Mengakali Cara Untuk Ngentot Dengan Temanku
![]() |
| Mengakali Cara Untuk Ngentot Dengan Temanku |
Mengakali Cara Untuk Ngentot Dengan Temanku
Dia duduk di depanku. Kaosnya super ketat dan celana jeans-nya super ketat membuat tubuhnya tercetak jelas dan dapat kulihat. Seolah Cik Fanny membiarkan aku menikmati tubuhnya. Kapan ya, pikirku. Ketika aku hampir lebih melamun, aku dikejutkan Silviayang masuk ruanganku tanpa mengetuk. Silviaterkesiap dan menyatakan ketidak senangannya atas apa yang mataku lakukan dengan Cik Fanny. Aku bisa lihat di wajahnya dan Silviaberdiri kaku di samping Cik Fanny, kemudian Silviakeluar.
Setelah selesai berbicara dengan Cik Fanny, Cik Fanny keluar dengan sedikit pandangan lain kepadaku dan membuatku kelabakan. Aku sempat berpikir, Apakah Cik Rianabicara dengan Cik Fanny ya? Ahh, aku membayangkan yang, ya ya ya, dengan Cik Fanny dan Cik Rianalagi.
Lima belas menit kira-kira, Silviamasuk lagi ke ruanganku, lalu ditutupnya. Ruanganku ber-AC dan Silviadengan sedikit akting memarahiku. Kupikir Silviaini cemburu.
Dan makin aku mendapatkan jalan lapang menikmati tubuh Nia.”Iya, iya, aku minta maaf. Mau memaafkan nggak? Entar tak kasih hadiah,” kataku pada Nia. Silviamengangguk. Silviamemang sayang sama aku, hampir tiap hari Silviamembawakanku kue. Silviatahu kalau aku suka kelaparan sebelum makan siang. Dari situ, aku bisa lebih dekat dengan Nia, istri Mas Heru ini. Mengapa Silviarela memperhatikanku ya? Ada yang tak beres sepertinya hubungan mereka berdua. Silviasudah punya dua anak yang masih balita dan dia baru berumur 26 tahun.
Akhirnya, sesuai janjiku, aku memberikan sesuatu untuk Nia. Daster hitam. Aku terus terang sudah membayangkan Silviamemakai daster hitam ini dan aku menyetubuhinya. Ahh, aku jadi ingat Cik Rianayang banyak mengajariku soal persetubuhan.
“Nia, ini buatmu ya?” Silviatersenyum sambil menerima kadoku.
“Bagaimana kabar rumah Nia?” tanyaku melanjutkan.
“Baik Jo,” katanya agak terpaksa.
“Kemana Mas Heru hari ini?” kataku memberanikan lebih dalam.
“Oooh, baru pergi ke Bogor, ada seminar dan training seminggu di sana,” katanya.
Wah, ini kesempatan buatku.
“Maukah Silviamenemuiku nanti sore? tanyaku.
Sementara aku berakting biasa karena teman-teman kantor di luar bisa melihatku di dalam ruangan berkaca ini. Silviadiam saja.
“OK, kalau Silviamau temui aku di sini,” kutuliskan nama hotel berbintang di dekat rumahnya, “Sore nanti ya, sejam setelah pulang kantor, dan kuharap Silviamau pakai apa yang aku berikan itu,” kataku merayu.
Silviakeluar dari ruanganku, hatiku berkecamuk. Mau tidak dia ya? Pikir dan anganku. Yaa, paling-paRianaaku kehilangan uang hotel saja. Segera aku telepon hotel dan aku booking kamar 617 (lantai 6 kamar 17). Aku pesan yang menghadap ke selatan, sehingga bisa melihat bukit-bukit di selatan kotaku.
Aku telepon Silviadan memberitahu nomor kamarku. Silviadiam saja. Aku makin gelisah.
Aku pulang sejam lebih awal. Mobil kutinggalkan di parkir Mall di kotaku dan aku naik taksi ke hotel. Dengan jantung yang makin berdegub aku menunggu Silviadatang. Akhirnya ada ketukan di kamarku dan yaa, hatiku melonjak karena Silviadatang. Ahh, senyumnya malu-malu dan segera kutarik ke dalam, kukunci pintu. Kami berpandangan dan akhirnya kami berpelukan, aku dekap Silviasekuatku dan kuciumi kuat bibirnya yang manja. Ahh Nia, kau benar-benar menjadi milikku sore ini.
“Silviabawa daster hitam yang aku beri?” dia mengangguk. Dan aku memintanya untuk memakai sekarang. Kusuruh dia ke kamar mandi, sementara aku melucuti pakaianku sendiri hingga telanjang. Aku berdiri agak bersembunyi. Aku ingin menikmati Nia, bagaimana dia berjalan. Aku mengelusi kemaluanku sendiri. Ahh, tunggu ya, sabar ya, kataku dalam hati pada kemaluanku. Lama sekali Silviadi kamar mandi. Sekitar 15 menit kemudian, kulihat pintu kamar mandi dibuka Silviadan amboi.. kuperhatikan dia berjalan dari belakang dan dia mencariku ketika sampai dekat tempat tidur. Akhirnya dia tahu persembunyianku. Aku keluar dengan tubuhku yang telanjang, dengan batang kemaluanku yang menegang kuat penuh.
Silviaterhenyak melihatku, matanya terpaku menjalari tubuhku dan terakhir melihat kemaluanku. Batang kemaluanku kalau tegang maksimum kira-kira 15 cm dan 4,5 cm diameternya. Lalu kupanggil supaya dia mendekat dan aku juga bergerak mendekat. Seksi sekali Silviadengan daster hitam yang kuberikan. Pundaknya hanya dilapisi tali hitam kecil. Ahh, Silviasudah tidak pakai BH lagi, buah dadanya tampak menggunung dan bergerak-gerak ketika dia berjalan.
Ooh, kedua bukitnya kurasakan nikmat di dadaku. Kupandangi dia ketika kami berdekapan. Tanganku bergerilya di bagian belakang tubuhnya menelusuri punggung dan ke pantatnya yang indah tertutup daster hitam. Aku kaget karena dibalik daster hitam itu sudah tak ada lagi BH dan celana dalam. Dengan sekali sentak pasti Silviasudah telanjang di dekapanku. Pikiranku berubah. Aku ingin menyetubuhi anusnya dulu dengan Silviamasih memakai daster.
Lalu, kubalikkan tubuhnya. Silviamenyandarkan kepalanya di dada kiriku. Wajahnya menghadapku dari samping. Ahh, benar-benar menggairahkan tubuhnya. Buah dadanya yang besar menantangku, juga tubuhnya, semuanya. Dengan manja dan minta, aku memaguti mulutnya, menguluminya. Tanganku bergerak meraba leher, kepala, telinganya.
Kami berkuluman lama, kuciumi pipinya, telinganya, dahinya dan tanganku mulai merambati kedua buah dadanya dan kuberikan lagi sensasi-sensai yang sangat menikmatkannya. Tubuhnya sesekali membusung ke depan menikmati gerakan tanganku meremasi buah dadanya. Lalu tiba-tiba tubuhnya menunduk dan makin membungkuk, aku menahan dengan tanganku yang masih di buah dadanya.
Silviasangat menikmati. Akhirnya Silviadan aku tidak kuat menahan tubuhnya dan Silviamakin menunduk akhirnya mencapai dasar lantai, Silviamembungkuk. Kubuka daster bawahnya ke atas dan kulihat pantatnya yang menggairahkan. Silviamenungging, aku meremasi buah dadanya dari belakang. Aku menciumi pantatnya dan bibir kemaluannya, menggairahkan sekali. Kuraih klitorisnya dan membuat tunggingannya semakin naik dan membuka.
Kugesekkan batang kemaluanku di sepanjang bibir kemaluannya bergerak ke atas ke anusnya. Seolah Silviatahu keinginanku. Akhirnya aku terdiam. Silviatahu sekarang kalau aku mau anusnya. Aku diam, sementara kemaluanku sudah berada di bibir anusnya. Silviagerakkan pantatnya dan aku diam. Silviaterus bergerak ke belakang membuat batang kemaluanku semakin terbenam di anusnya. Silviasangat menikmatinya dan tidak merasakan sakit. Akhirnya seluruh batang kemaluanku tertanam di anusnya. Ooh, nikmat sekali jepitan anusnya.
Aku menikmati sensasi kenikmatan ini dan kuraih lagi buah dadanya dari belakang sementara Silviamasih menungging. Kuremasi lagi dan kugerakkan lembut batang kemaluanku yang sudah terbenam penuh di anusnya. “Ooh Nia, Nia,” kataku. Akhirnya aku mulai tidak tahan lagi, cepat-cepat kucabut dan sebelum Silviatersadar, batang kemaluanku sudah menghujam ke lubang kemaluannya dengan cepat.
Silviatersentak sebentar sebelum Silviasangat menikmati goyanganku. Sementara batang kemaluanku tertahan, aku melucuti dasternya sehingga Silviatelanjang dalam gaya “doggy”-ku. Aku ingin Silviajadi betinaku seperti anjing jantan menyenggamai betinanya. Sambil masih menungging, kugoyangkan nikmat, kuciumi Silviadari belakang, kuraih buah dadanya dan Silviamelenguh kenikmatan. Silviamakin tidak tertahan menikmati sensasi di liang kemaluannya. Makin rapat dan menungging saja dia, batang kemaluanku berdenyut seiring denyutan jantungku.
Akhirnya dengan satu teriakan keras kami bersama orgasme. Aku semprotkan spermaku ke liang senggamanya sementara Silviamemuntahkan cairan kewanitaannya menghangati batang kemaluanku. Silviaterkulai telungkup dengan menyisakan gerakan-gerakan kepuasan ketika aku menyetubuhinya.
Kucabut batang kemaluanku dan kucumbui Nia. Sisa-sisa ketegakan batang kemaluanku dan sperma bercampur cairan kewanitaannya kuarahkan ke mulutnya dan pipinya. Diraihnya batang kemaluanku oleh Silviadan dikuluminya. Dibersihkannya dengan mulutnya yang menggairahkan itu dan batang kemaluanku mengeras lagi.
Satu istimewa pada Silviaadalah buah dadanya yang berbentuk menggantung seperti buah pepaya besar. Aku suka memperhatikan BH-nya dari depan di kantor yang suka merosot ke bawah menahan beratnya kedua bukit indah itu. Aku suka membayangkan kapan aku bisa menikmatinya. Dari tadi aku hanya meremasi saja. Dan ketika batang kemaluanku tegak lagi oleh kuluman dan sedotannya, kutuntun Silviake kamar mandi. Aku ingin menyetubuhinya lagi di sana.
Kami mandi bersama dengan shower yang hangat. Tubuh Silviasangat seksi apalagi dengan buah dadanya. Kucumbui Silvialagi. Kutengadahkan mulutnya dan dengan terpejam, bibirnya kulumat lembut. Sementara tanganku meremasi buah dadanya, batang kemaluanku bergesekan dengan kemaluannya. “Ahh..”Lalu kuangkat Silviake meja di kamar mandi. Kucumbui dia, kukulumi bibirnya, dan akhirnya aku sampai di bukit indah.
Dipeganginya kepalaku dan dengan nafas terengah-engah kenikmatan dengan kepala yang didongakkan, Silviamenikmati cumbuanku atas buah dadanya. Kukulumi, kupaguti buah dadanya, menggairahkan sekali. Aku puas dan berlari turun ke perutnya. Kuambil kursi dan kutaruh kaki Silviaterbuka dipundakku, sementara dia duduk di meja. Kujilati pahanya dan menjalari ke bukit hitam kemaluannya. Ahh, kukulumi, kujilati dan cumbui kloritisnya dan Silviasudah tidak tahan lagi. Kubopong sementara kedua kakinya menjepit pinggangku, sementara aku bangkit mengulumi lagi kedua buah dadanya bergantian. Kubawa Silviake tempat tidur, kurebahkan di sana.
Sebelum sensasi hilang, kuburu tubuhnya, kubuka selakangannya dan Silviamenurut saja. Sekarang aku di tengah-tengah kedua kaki Silviayang terbuka dan diangkat. Ahh, kulihat Silviameremasi buah dadanya sendiri, itu satu tanda agar aku segera menyetubuhinya lagi. Aku membungkuk dan kuciumi pahanya ke bawah ke arah bukit hitam di kemaluannya. Silviatergelincang kenikmatan.
Sementara tanganku meremasi kedua buah dadanya, kucumbui lagi kemaluannya yang makin basah. “Uhh, enak sekali Jo, ehh.. ehh..” lenguhan Silviamemanjang, “Joo, Joo.. teruskan.. ehh..” dan mulutku semakin dibasahi oleh cairan kewanitaannya bercampur dengan deru birahi Silviayang memuncak.Aku semakin menikmati saja persetubuhan ini dan kusiapkan kemaluanku untuk lubang kemaluannya yang semakin siap menerimanya. Kuambil bantal dan kuganjal pinggulnya supaya aku lebih leluasa menyetubuhinya.
Kucumbui lubang kemaluannya dengan batang kemaluanku. “Ahh Jo, cepat, cepat Jo, cepatt.. ahh.. ehh..” lenguhannya, desisannya, geliatnya sangat merangsangku. Lalu batang kemaluanku kumasukkan perlahan-lahan. Kepala kemaluanku terhujam, kugosokkan ke dinding lubang kemaluannya memutar beberapa kali. Silviasangat menikmati. Kumasukkan lagi lebih dalam lubang yang menggairahkan untukku karena dinding lubang kemaluan Silviamemberi sensasi yang makin memuncak pada batang kemaluanku.
Aku diam sejenak ketika terhujam separuh. Silviamemainkan pinggulnya sendiri seperti menyetubuhiku. “Ohh Nia,” kataku, “Nikmat sekali..” Silviaterus menggoyang pinggulnya, akhirnya kuimbangi dengan dorongan dan gerakan memutar yang membuat batang kemaluanku terhujam penuh di lubang kemaluan Nia. Silviamenggelinjang, mengerang, mendesis, “Uhh.. ahh.. Jo, Jo..” beberapa kali namaku dipanggilnya.
Aku merasakan ada yang lain di samping jepitan pinggulnya yang tersalur ke lubang kemaluannya pada batang kemaluanku. Silviaakan orgasme dan kubiarkan Silviamencapai kenikmatan sampai Silvialepas. Aku pun makin tidak bisa menahan, sebentar lagi mau keluar. Dengan beberapa kali genjotan, kucabut segera batang kemaluanku dan melangkah ke mulut Nia. Silviaterpejam-pejam dan kumuntahkan spermaku membasahi mulutnya, hidungnya, matanya, pipinya. Ahh, Silviamenjilatinya, juga batang kemaluanku dikuluminya. Sekali lagi kusemprotkan spermaku ke mulutnya. Silviamenelannya.
Uhh, nikmat sekali. Aku menikmati lagi buah dadanya sebagai bagian akhir aku menyetubuhinya. Kulihat Silviamenggelepar-gelepar menikmati sensasi akhir yang kuberikan. Aku mencumbui Silviadan kumasukkan ke mulutnya spermaku dengan lidahku dan bertebaran di kepalanya. Kupeluki Silviasampai dia lelah tertidur dalam pelukanku.
Ahh Nia, akhirnya tubuhmu kudapatkan juga. Betapa nikmatnya. Akhirnya Silviapulang setelah membersihkan diri bersama. Kami suka melakukannya dan mengulangi persetubuhan di hotel yang sama di sore hari sepulang jam kantor. Jadi aku punya dua tubuh kepuasan seksku, Cik Riana dan Silvia. Sebentar lagi aku mau Sasa. Tapi, Cik Fanny sepertinya lebih menggoda.

Jual obat cytotec pfizer asli
ReplyDelete💊obat telat bulan
💊obat pelancar haid
💊obat aborsi
💊obat penggugur kandungan
👉 pemesanan hubungi 👈
📲 WA: 0857 4149 6066
📲 BBM: DB4FCB33
Dalam waktu 1x24 jam di jamin langsung keluar.
👉 KAMI MEMBERIKAN BUKTI BUKAN JANJI 👈